Sabtu, 21 Agustus 2010

ROKOK, SHISHA, CERUTU, ROKOK ELEKTRIK.. Beda bentuk, Sama akibatnya..

Rokok, sisha, cerutu, maupun rokok elektrik merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Keempat benda tersebut memiliki variasi bentuk yang berbeda, bahkan juga memiliki rasa yang berbeda pula. Namun terdapat kesamaan cara penggunaan dari keempat benda tersebut, yakni sama-sama di hisap, orang banci biasa menyebutnya SEDOOOTTT maasss.... he he he
Disamping itu rokok, sisha, cerutu mupun rokok elektrik juga memiliki efek yang sama bagi tubuh kita, yaitu sama - sama membahayakan tubuh. Hal ini dikarenakan kandungan zat berbahaya yang terdapat pada rokok, shisha, cerutu maupun rokok elektrik. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu...!!

ROKOK



Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.


berikut kandungan yang tersimpan pada rokok:
* Nikotin merupakan racun yang bertindak langsung ke otak,merusak pemikiran dan tubuh. Apabila anda merokok , anda akan tergantung kepada nikotin .
* Aceton yang merupakan bahan penghapus cat
* Hidrogen cyanide yang merupakan bahan toxic yang biasa digunakan untuk racun hukuman mati
* Methanol yang merupakan bahan bakar roket
* Arsenic atau biasa kita kenal dengan racun semut putih

SHISHA



Shisha atau disebut juga hookah merupakan alat penghisap tembakau yang berasal dari India. Penggunaan alat ini populer di Timur Tengah, dan menyebar ke seluruh dunia.

Bentuk alat ini mirip lampu minyak, dengan tabung utama yang terhubung ke sejumlah pipa penghisap. Papan pemanas berisi bara api terdapat di bagian paling atas, berfungsi untuk membakar tembakau. Tabung utama biasanya terbuat dari kaca, dan berisi air sebagai filter. Karena filternya berupa air, maka muncullah anggapan bahwa shihsa lebih aman dibandingkan rokok filter.

Dikutip dari Live Science, Senin (31/5/2010), sebuah penelitian di Inggris berhasil mementahkan anggapan tersebut. Penelitian yang dilakukan tahun 2009 itu dimuat dalam American Journal of Preventive Medicine. Menurut penelitian tersebut, shisha justru menghasilkan asap lebih banyak dibandingkan rokok. Akibatnya, karbon monoksida (CO) yang terhirup lebih banyak dan bisa menyebabkan sesak napas.

Kadar nikotin pada shisha juga tidak lebih sedikit meski difilter dengan air. Secara umum risiko kesehatan yang dihadapi saat menghisap shisha sama besarnya dengan rokok biasa, termasuk kanker paru-paru serta gangguan kehamilan.

Oleh karena itu, pikirkan sekali lagi jika masih menganggap shisha lebih aman dibandingkan rokok.

CERUTU



Cerutu adalah gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan, yang – mirip dengan rokok – salah satu ujungnya dibakar dan asapnya dihisap oleh mulut melalui ujung lainnya. Sebuah cerutu akan telihat dari balutan daun terluar atau pembungkus yang berasal dari bagian perkebunan yang luas dan penentuan atas pembungkus cerutu dapat menjelaskan karakter dan rasa termasuk dengan warnanya yang sering dipergunakan untuk menggambarkan cerutu secara keseluruhan.

Pada dasarnya cerutu hampir sama dengan rokok, hanya saja bahan baku dari cerutu yang berasal dari tembakau pilihan yang menyebabkan cerutu dengan pokok konvesional menjadi berbeda. Oleh karena itu cerutu harganya lebih mahal dibanding rokok biasa, namun zat yang terkandung pada cerutu hampir sama dengan zat yang terkandung pada rokok biasa.

so jangan sampai salah persepsi tentang cerutu yaa....

ROKOK ELEKTRIK



Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.

Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.

Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar