Senin, 16 Agustus 2010

Operasi Medis menggunakan ROBOT




London, Operasi medis di masa mendatang akan banyak dilakukan dengan teknik operasi cyber (Robodoc). Robot akan membantu para dokter dalam menjalankan operasi, mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan operasi.

Robot di masa depan sudah bisa melakukan operasi-operasi yang kompleks termasuk operasi jantung. Robot baik aktif maupun pasif akan memudahkan operasi pada area yang susah dijangkau. Dan diantara semua negara yang menggunakan sistem robot, Inggris adalah negara yang paling maju dalam teknologi tersebut.

Kolaborasi yang baik antara para pakar operasi, peneliti dari universitas dan perusahaan swasta di sana menjadikan Inggris negara pelopor pengembangan sistem robot yang cepat dan murah dibanding negara-negara di Amerika Utara atau Eropa lainnya.

Operasi paling maju yang menggunakan sistem robot setelah ditemukannya teknik anastesi (bius) pada abad ke-19 adalah 'keyhole surgery', yaitu operasi dengan menggunakan kamera kecil yang dilengkapi dengan lensa teleskop yang dimasukkan dalam tubuh.

Seperti dikutip dari Independent, Senin (4/1/2010), beberapa robot bisa mengarahkan kamera dan bekerja dengan sistem yang sudah terkomputerisasi untuk membantu para dokter menentukan tindakan apa yang harus dilakukan dan meyakinkan bahwa tindakan itu benar atau salah.

Neil Parkyn (65) adalah salah satu pasien yang berhasil melakukan operasi osteoarthritis pada lutut dengan menggunakan robot. Sebelum operasi dilakukan, ia tidak bisa berjalan namun setelah dioperasi dengan sistem robot, ia sembuh total dan bisa berjalan normal kembali. Ia pun tidak perlu menjalankan operasi lagi seperti yang harus dilakukan seumur hidup jika menggunakan sistem operasi biasa.

Keuntungan lain dari operasi menggunakan robot adalah jahitan yang dilakukan oleh robot lebih halus karena robot tidak ada tremor. Luka sayatan bekas operasi pun sangat kecil, hanya sekitar 0,7 inci. Berbeda halnya dengan sistem operasi tradisional yang berpotensi menimbulkan rasa sakit dan proses penyembuhannya membutuhkan waktu lama.


Menurut John Black dari Royal College of Surgeons, pada dekade mendatang operasi dengan sistem robotik berpotensi menjadikan operasi lebih aman, mudah, sedikit trauma, mengurangi komplikasi, mempercepat pemulihan dan cepat mengatasi pasien dalam jumlah banyak. Operasi yang sudah banyak dilakukan di Inggris menggunakan robot diantaranya adalah operasi kelenjar parathyroid pada leher, operasi penurunan berat badan dan operasi lutut untuk penyakit arthritis.

Di Indonesia, sistem operasi jantung dengan menggunakan robot memang belum ada. Pasalnya, harga robot tersebut terbilang masih sangat mahal. Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari operasi jantung dengan bantuan robot. Keuntungan terbesarnya, sistem operasi itu menghasilkan sayatan yang sangat kecil sehingga pasien lebih cepat sembuh. "Rata-rata pasien bisa meninggalkan rumah sakit dalam waktu dua sampai lima hari, lebih cepat daripada cara tradisional yang bisa memakan waktu penyembuhan lebih dari satu minggu," kata Aulia yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Hal itu tidak saja menguntungkan pasien, tetapi juga bisa mengurangi tenaga yang dibutuhkan selama operasi, serta masa perawatan pasca-operasi yang lebih cepat. Alhasil, biaya yang harus dikeluarkan pasien pun menjadi lebih rendah.

Sistem dan alat yang dipakai saat operasi dengan robot diantaranya yaitu sistem tangan robot, instrumen kamera sistem 3D (tiga dimensi) yang dimasukkan dalam tubuh, seperangkat komputer dan alat penerjemah bahasa tubuh serta sensor kepala yang menghubungkan gerakan dokter dengan gerakan robot.(fah/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar